Perlu Persatuan untuk Bangun Poso, Duduk Bersama Selesaikan Polemik Nama Pasar, Tugu Bandara

0
128
Sahir T Sampeali

POSO KOTA –Sahir Sampeali, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Poso, dari Partai Golongan Karya (Golkar). Mengatakan  untuk sekarang  ini  yang paling penting adalah  bagaimana  supaya  rakyat daerah ini bersinergi kemudian  menyatukan visi bersama untuk perubahan wajah kabupaten Poso kedepan.
Menurut politisi dari partai pohon beringin tersebut, semua angan-angan dan harapan rakyat  akan mentok dengan sendirinya apabila semua elemen  masyarakat tidak mampu bersatu padu dan  bergandengan tangan, kemudian mencari kata sepakat untuk sebuah perubahan kabupaten  poso ke arah lebih baik.
“Semboyan Bhineka Tunggal Ika itu, merupakan tali pemersatu yang di kumandangkan Gajah Mada karena keinginanya mempersatukan seluruh nusantara. Berawal dari pemikiran tersebut, bangsa Indonesia pernah  berjaya di masa itu. Tanpa landasan demikian, jangan harap kita akan sukses membangun daerah ini”tutur Sahir.
Belajar dari pengalaman bangsa sendiri, Anggota DPRD ini sangat berharap agar semua masyarakat mau berjuang membangun bersama-sama, kemudian secara bersama pula menyelesaikan segala perbedaan pendapat, Membangun dan menghilangkan sekat yang tak berguna, kemudian yang berarah pada penyelesaian persoalan melalui cara musyawarah dan mufakat, menurut Sahir adalah cita-cita bersama warga Poso. Dia berkeyakinan beberapa persoalan di Poso Pesisir seperti nama pasar Pebato, tugu lapangan udara, termasuk nama lapangan itu sendiri, bisa terselesaikan apabila semua pihak berpikir arif, melakukan musyawarah untuk mencari solusi. Setelah itu bermufakat dimana hasilnya bisa menjadi jembatan semua kepentingan.
“Tetapi kepentingan itu juga harus yang wajar. Kalau  begini yang terjadi itu baru karakter orang Poso, sebagaimna telah diajarkan para nenek moyang kita sebelumnya agar semua keputusan jangan sampai lepas dari tali pemersatu disebut “Sintuwu Maroso.” Ujarnya. Nan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY