Laporan Tidak Sesuai Dengan Kondisi Lapangan, Amir Kusa: Calon Kepala SKPD Harus Di Tes Kejujuran

0
177
Amir Kusa

POSO KOTA – Sebaiknya calon kepala  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Poso, tidak bisa hanya dinilai dari faktor Skill dan intelegensi saja sebelum diberikan jabatan sebagai kepala Dinas atau jabatan pimpinan SKPD lainnya. Mereka ini mustinya terlebih dahulu  mendapat penilaian khusus melalui tes kejujuran. Hal ini disampaikan ketua komisi II DPRD, Amir Kusa kepada Poso Raya.

Pentingnya tes kejujuran ini menurut politisi PKS ini menjadi penting agar kedepan pemerintahan yang dipimpin Bupati Darmin A.Sigilipu dan wakilnya  H. Samsuri, benar-benar di isi dengan  pejabat yang bukan hanya berintelegensi tinggi melainkan juga memiliki integritas moral yang baik sekaligus bertanggungjawab terhadap tugas yang merekaemban.
“Untuk reshuffle pejabat di pemerintahan Poso kedepan, menurut pendapat  saya harus ditambah dengan yang namanya tes kejujuran. Tes ini  kita  harapkan menjadi pendamping uji kopetensi seseorang sebelum dinaikkan jabatannya menduduki suatu jabatan eselon,”tegas Amir.
Ada dua jabatan menurut Amir yang perlu melalui tes kejujuran yakni  pada jabatan eselon III dan eselon II.
Kata  Amir Kusa, hasil fit and proper test sangat penting untuk penilaian yang obyektif kepada semua calon pejabat, dikarenakan mereka itu ketika memegang jabatan pimpinan SKPD, maka secara otomatis pertanggungjawaban  nasib daerah ini  berada di tangan yang bersangkutan. “Kepala Dinas itu pemegang mandat langsung dari bupati dalam pengelolaan  berbagai sumber anggaran yang diperuntukan sebagai biaya pembangunan daerah ini. Dengan posisi demikian, maka kita bisa mengatakan bahwa  nasib rakyat dan daerah Poso berada di tangan mereka,”kata Amir Kusa lagi. Alasan itulah yang menurut Amir Kusa membuat tahapan fit and proper test sangat penting diikuti oleh tes kejujuran.
Ide  tes kejujuran ini terbersit di hati  Anggota DPRD tersebut, setelah belajar dari pengalaman banyaknya laporan  SKPD di sampaikan kepada DPRD tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. ketika Dewan melakukan cek lapangan, menurut Amir Kusa, ternyata yang di dapati sering tidak sesuai dengan data yang disampaikan oleh SKPD sebelumnya kepada DPRD. Dikatakan Amir, jika model pimpinan SKPD seperti itu kembali terpilih akan sulit bagi kabupaten Poso bersaing dengan daerah lain. Dia berharap Bupati mempertimbangkan dilakukannya tes kejujuran dalam mengambil keputusan menempatkan pimpinan SKPD baru.
Ditanya  terkait SKPD mana saja yang ditemukan memberi laporan tidak obyektif tersebut, Amir Kusa menolak mengatakanya, “Tidak perlu saya sebut SKPD mana yang berbuat begitu. Nanti dikira saya tendensius dan menjatuhkanpejabatnya. Ini  hanya masukan kami  sebagai wakil rakyat untuk pemerintah kita sekarang”pungkasnya. Nan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY