Ingin Anak-Anak Poso Makin Cerdas, TNI Siapkan Perpustakaan Keliling

0
153
Motor Babinsa Kodim 1307 Poso yang disulap menjadi tempat buku.(foto :mitha)

POSO KOTA – Tidak semua orang mampu dan mau untuk membeli buku. Padahal kurangnya kemampuan finansial dalam membeli bahan bacaan, tidak boleh didiamkan. Masyarakat yang tak membaca buku, terancam menjadi masyarakat miskin intelektual.

Berbekal pemikiran itu, Satgas Opster Sintuwu Maroso 2016, yang dilaksanakan oleh Korem 132 Tadulako pun menggagas sarana yang bisa dijadikan fasilitas membaca buku secara gratis, dalam bentuk perpustakaan keliling, yang diperuntukkan khususnya kepada anak-anak di kabupaten Poso.

“Hidup-matinya sebuah peradaban atau maju dan tidaknya sebuah bangsa, sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan informasi dan pengetahuan masyarakatnya. Melalui membaca buku peradaban dan intelektual manusia akan berkembang. Tanpa membaca buku, akan tercipta masyarakat miskin intelektual, dan berujung pada rendahnya kualitas kehidupan,” ujar Danrem 132 Tadulako, Kolonel Infanteri Muhammad Saleh Mustafa, penggagas Perpustakaan Keliling tersebut.

Saat ini, Satgas Opster Sintuwu Maroso 2016 telah membuat perpustakaan keliling, yang teknis pelaksanaannya dilakukan oleh personil Kodim 1307 Poso. Perpustakaan keliling itu adalah salah satu perangkat pendidikan non formal yg dipersembahkan TNI dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya masyarakat Poso sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Tujuannya, tentu antara lain untuk membiasakan anak-anak Poso gemar membaca. Kepada masyarakat umum, dilakukan untuk menanamkan nilai bahwa sekarang buku termasuk kebutuhan dasar dari setiap keluarga.

Sekarang, tak ada alasan lagi untuk malas baca buku karena tak sanggup membeli buku. Sebab, personil TNI AD di bawah jajaran Kodim Poso segera hadir membawa buku-buku bacaan, langsung ke tengah masyarakat.

Pada masa kini, setiap  keluarga adalah unit manusia yang tak hanya membutuhkan makanan fisik, tapi juga makanan intelektual. Keduanya harus dipenuhi secara seimbang, jika tak mau tumbuh sebagai bangsa yang kerdil peradaban. Setidaknya itulah pemikiran Dansatgas Operasi Teritorial TNI, Kolonel Saleh Mustafa. (MM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY