Banjir Tiba, Petani Betania Terhalang Pulang

0
133
Sungai Yang Berada di desa Betania, kecamatan Poso Pesisir Selatan ini biasanya meluap setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam. Foto. Syarif

BETANIA – Masyarakat di seputaran desa Betania, Poso Pesisir Selatan yang tengah bekerja di kebun seberang sungai desa itu harus bersabar jika ingin pulang ke rumah, sebab luapan banjir menghalangi mereka. Tidak ada jembatan yang menghubungkan kedua sisi sungai. Para petani harus menunggu air surut dulu baru bisa kembali

Darto Mius kepala desa Betania, mengungkapkan pihaknya sudah pernah mengusulkan untuk dibuatkan jembatan penyeberangan, selain sebagai jalur kantong produksi dan juga pembuatan tanggul untuk mengamankan desa dari ancaman abrasi. Luapan air sungai terus menerus kini menjadi ancaman bagi desa khususnya rumah-rumah warga.

“Disitulah para petani mendapat kesulitan, ketika terjadi banjir biasanya satu hingga dua malam terhambat akibat air yang meluap” ujar Darto Mius.

Tidak hanya itu kepala desa yang pensiunan TNI ini juga mengungkapkan bahwa luapan air dengan intensitas tinggi, biasanya selain mengancam keselamatan warganya, juga kerap mengancam perkampungan karena jarak sungai  kini tinggal sekitar 100 meter dari pemukiman warga.

Para petani di desa Betania sebagian besar memang memiliki kebun di seberang sungai sehingga keberadaan jembatan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam memacu perekonomian di wilayah ini. Selain menanam kakao warga disini juga memiliki palawija seperti kedelai dan memproduksi gula aren yang biasanya mereka jual di pasar Pebato.(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY