Ongga-Bale Dan Fenomena Duta Wisata

0
269
PARIWISATA

Ongga Bale Kabupaten Poso adalah suatu sebutan untuk Duta Wisata yang ada di Kabupaten Poso. Mereka yang relatif masih berusia muda itu, diharapkan berperan untuk mempromosikan potensi obyek wisata, untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan, termasuk menghubungkan dengan calon penanam  modal.

Oleh : MARTHO KARRY MELUMPI
PARIWISATA merupakan salah satu sektor andalan dalam meningkatkan devisa negara. Sektor yang telah berkembang menjadi industri ini, selain memiliki prospek  juga memiliki daya tahan terhadap berbagai terpaan. Karena itu tidak mengherankan bila beberapa daerah tujuan wisata saat ini berlomba untuk berbenah. Maraknya kompetisi Duta Wisata serta beragam bentuk pemilihan ikon kebudayaan dan pariwisata lainnya sebagai upaya memilih brand ambassador merupakan fenomena yang sering dijumpai akhir-akhir ini baik dalam skala lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Pemilihan Duta Wisata dilakukan sebagai upaya menciptakan dan mengomunikasikan citra merek yang merupakan bagian dari pengembangan strategi pemasaran sebuah wilayah di era modern.
Sebagai figur yang diharapkan melaksanakan tugas sebagai brand image, Duta Wisata diharapkan memenuhi kualifikasi umur yang ideal, remaja berusia 17 sampai dengan 25 tahun. Mereka ini diharapkan menjadi citra teladan generasi muda yang dinamis, kreatif dan cerdas, sekaligus berperan sebagai ujung tombak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam    mempromosikan potensi pariwisata yang ada. Kata kunci dari definisi ini  sudah  jelas, bahwa yang menjadi titik bidik adalah remaja putra ataupun putri yang memiliki kompetensi diri yang tahan saing. Bahwa duta wisata merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya memperkenalkan potensi pariwisata dengan tujuan dapat meningkatkan kunjungan   wisatawan baik lokal maupun asing, pemilihannya dilakukan rutin setiap tahunnya. (sumber:http://dompu.info/duta-wisata-media-promosi-salah-kaprah-dan-salah-arah,28 maret 2012).
Dalam mengembangkan obyek wisata dalam sebuah daerah diperlukan inventarisasi terhadap potensi nasional obyek wisata alam secara bertahap sesuai prioritas dengan memperhatikan nilai keunggulan saing dan keunggulan banding, kekhasan obyek, kebijaksanaan  pengembangan  serta  ketersediaan  dana  dan  tenaga. Namun sebenarnya, duta pariwisata atau tourism ambassador merupakan credible testimony yang merupakan karakter unik, mewakili tempat serta daya tarik wilayah yang direpresentasikan, diharapkan memberikan pengaruh kepada banyak pihak melalui jaringan dan hubungan yang mereka miliki dari visi misi dan program kerja sosial mereka.
Ongga Bale Kabupaten Poso adalah suatu sebutan untuk Duta Wisata di Kabupaten Poso. Sebutan Ongga untuk perempuan dan Bale untuk laki-laki. Potensi  daerah  obyek wisata alam yang sudah ditemukan segera diinformasikan dan dipromosikan kepada calon penanam  modal. Perlu dikembangkan  sistem  kemitraan  dengan  pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat yang ada, dalam rangka mendukung optimalisasi pengembangan obyek wisata alam. Peranan pemerintah daerah dalam pengembangan obyek wisata alam sangat penting, dengan melaksanakan koordinasi, perencanaan, pelaksanaan serta monitoring pengembangan obyek wisata alam.
Sesungguhnya, tujuan pemilihan duta wisata sendiri sudah menyimpang dari tujuan awalnya, yang memilih duta wisata untuk mewakili kebudayaan daerahnya sendiri. Kebanyakan peserta sekedar menjadikan ajang ini sebagai panggung untuk mendapatkan popularitas, sementara pengetahuan kebudayaannya sangat minim. Ironisnya, peranan mereka sebagai duta wisata yang notabene “ikon”-nya daerah setempat, jarang sekali terdengar.
Karena itulah,  kalimat bernada sindiran pun bermunculan, di kalangan tertentu mereka menilai duta wisata selama ini tidak lebih sebagai pajangan belaka. Sebab menurut mereka setelah event duta wisata selesai, maka selesai pulalah aktivitas mereka. Padahal kalau pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata berkeinginan menjadikan mereka sebagai ikon duta wsata, semestinya mereka diberikan ruang yang lebih banyak lagi untuk melakukan sosialisai di sekolah dan kampus, terjun langsung pada kegiatan sosial, memberikan pikiran ide-ide kreatif untuk kemajuan pariwisata Kabupaten Poso. Dari Pengamatan dan observasi yang penulis lakukan, sebagaian Pemenang Duta Wisata Ongga Bale sebenarnya mau terjun langsung tanpa diberikan kompensasi dari kegiatan yang sudah mereka lakukan, tapi mereka diberikan ruang dan kesempatan yang lebar untuk mengimplementasikan karya dan bakat mereka lewat edukasi pariwisata, dimana sebagaian mereka adalah siswa dan mahasiswa.
Semoga Ongga Bale ke depan semakin berkembang dan berfungsi sebagai duta pariwisata dan duta budaya. Perlu ditekankan bahwa ajang pemilihan Ongga Bale sesungguhnya telah membawa perubahan dalam pribadi dan tingkah laku para generasi muda, karena biasanya setelah mengikuti ajang pemilihan duta wisata, rasa cinta budaya menjadi semakin mengental di dalam diri mereka. (Penulis adalah Ketua Ikatan Ongga-Bale, Kabupaten Poso).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY