BLK Sudah Lahirkan 960 Kader Terampil

0
115
Kepala UPT - LLK Poso, Rudolf Rudi Mawuntu memperlihatkan Meja makan hasil karya Siswa pelatihan LLK Di Poso.(foto : ferdinan)

POSO KOTA – Sejak Tahun 2011  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Latihan Kerja (LLK) Kabupaten Poso, telah berhasil menghasilkan kader siap pakai setelah mendapatkan pelatihan pada berbagai bidang keterampilan  sesuai kejuruan yang di ikuti selama pelatihan.
“Dari program kerja kami laksanakan sejak tahun 2011 sampai dengan 2015,tercatat ada 960 siswa belum mempunyai keahlian spesifik telah kami bina melalui agenda pelatihan keterampilan. Mereka yang saya sebutkan itu puji syukur  setelah keluar dari LLK telah memiliki keahlian sesuai bidangnya dan kita harapkan dengan keterampilan dimiliki bersangkutan dapat membangun usaha sampai memperoleh kehidupan mandiri, bahkan dapat juga menciptakan lapangan kerja untuk orang lain,”ujar Kepala UPT- LLK Kabupaten Poso, Rudolf Rudi Mawuntu. Kepada Poso Raya,Rabu (15/6).
Pada tahun 2016 ini LLK kembali merekrut peserta didik sekitar 160 orang yang akan di bagi pada berbagai bidang pelatihan yang tersedia.“Di LLK ada sepuluh paket kejuruan kami laksanakan. Keseluruhanya di biayai oleh Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Poso. Dari kesepuluh program dimaksud, sudah enam paket program berhasil kami selesaikan diantaranya;  pelatihan mengemudi, perbengkelan, menjahit, kompiter, tata rias, dan pertukangan (Mobiler). Sedang sisanya masih empat paket dan jadwal pelaksanaanya usai lebaran. Paket pelatihan berikutnya diantaranya; elektronika, komputer, tata rias, dan pertukangan (Mobiler).” Terang Rudolf.
Dari pengalaman selama mendapat kepercayaan memimpin LLK Rudolf mengakui sangat banyak potensi siswa didik yang bisa dikembangkan keahlianya apabila di beri sarana melalui program pemerintah daerah Poso,“Saya mempunyai harapan apabila kita mempunyai dana yang cukup berkeinginan membuka beberapa usaha percontohan misalnya bengkel, mobiler dan jahit menjahit. Usaha ini dapat kami bangun di setiap daerah kecamatan yang mempunyai potensi usaha dimaksud. Hasil dari usaha ini  bisa saja dikelola Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi kemudian kami sebagai pelaksana teknis. Adapun mereka yang sudah profesional dibidangnya bisa saja dimintai bantuan sebagai tenaga instruktur pelatihan,” Kata Kepala UPT Rudolf.
Pemikiran ini menjadi realistis setelah Poso Raya bertandang langsung di tempat tersebut. Melihat beban tugas mereka harus diakui tenaga instruktur yang ada di LLK sekarang masih sangat kurang dan belum sepadan dengan beban tugas mereka emban.”Ada beberapa kejuruan kami  belum punya tenaga instruktur sekarang. Untuk mengatasi hal tersebut terpaksa saya mencari tenaga dari luar. Ini terjadi karena tenaga kami yang ada sebelumnya,sudah berpindah tugas ke instansi lain. Mudah mudahan dalam waktu dekat kami mendapat tenaga insruktur baru,”harapnya. Nan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY