Waktu Berkebun Warga Pantangolemba Berkurang, Dibatasi Hingga Pukul 15:00 Wita

0
99
Pasukan Brimob dan TNI dikerahkan menuju lokasi jenazah 2 anak buah Santoso yang tewas dalam baku tembak 15 Mei 2016 di gunung Uwe Mayea, Pantangolemba. Lokasi ini mejadi salah satu daerah operasi Tinombala 2016.(foto :dok)

PANTANGOLEMBA – Masyarakat desa Pantangolemba, Poso Pesisir Selatan sangat tergantung pada hasil perkebunan mereka yang terdiri dari kakao dan sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun sejak beberapa bulan terakhir mereka yang lokasi kebunnya berada di kaki gunung tidak tenang lagi jika hendak menengok kebunnya atau untuk memanen.
Informasi keberadaan kelompok Santoso yang diduga berada di sekitar hutan dekat kampung mereka membuat waktu ke kebun menjadi terbatas. Jika berangkat pagi, mereka sudah harus pulang paling lambat pukul 15:00 wita. Kebijakan ini dikeluarkan aparat keamanan sejak Operasi Tinombala digelar di wilayah itu. Sebelum adanya operasi pengejaran Santoso cs, warga biasanya baru pulang pukul 17:00 wita, bahkan ada yang bermalam di kebun.

“Kakao hasilnya lumayan, namun kendalanya saat ini mengenai keamanan, rasa aman masyarakat untuk beraktifitas di kebun hanya sampai jam tiga,” ungkap Mr.Tilimeki, perangkat desa Pantangolemba. Setelahnya menurut dia harus kembali ke rumah karena cahaya matahari yang mulai redup masyarakat juga sudah paham situasi seperti ini.

Tilimeki juga berharap agar masalah seperti ini bisa tuntas, agar masyarakat bisa sampai sore hari seperti sebelumnya dan juga kebutuhan ekonomi mereka terpenuhi tidak lagi merasa kesulitan dalam membiyayai keluarga.(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY