Makan Padi Poso Kok Tidak Bela Indonesia

0
136
Pangdam VII Wirabuana bersama Bupati dan rombongan saat berada di desa Tabalu, Poso Pesisir. (foto ;dok humas pemda Poso)

POSO PESISIR – Tidak boleh dinegara ini ada kelompok yang lebih menghormati kelompok lain selain Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Pangdam VII Mayjen Agus Surya Bakti mengenai paham radikal yang muncul dan mencoba merongrong kewibawaan Indonesia dan mengganggu warga Poso.
“Dia minum air Indonesia, makan padi Poso, kok tidak membela bangsa dan negara, ini tidak boleh,”kata suami jenderal bintang dua ini. Pernyataan Pangdam ini terkait paham yang dianut kelompok Santoso dan para simpatisannya yang lebih menghormati para petinggi ISIS dan kelompok teror lain ketimbang Indonesia. Bahkan kelompok ini menyebut pejabat Indonesia termasuk militernya sebagai kelompok Thogut.Dikatakan Pangdam masyarakat harus turut mengajak orang-orang yang berpaham seperti ini untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Namun bila tidak mengacuhkan maka penganut paham ini menurut Pangdam sebaiknya meninggalkan Indonesia.
Mengenai masih adanya kekurangan yang dirasakan warga Poso seperti masalah pendidikan, kesehatan, perumahan Pangdam mengatakan pihaknya siap membantu menyampaikannya ke pemerintah pusat.
Pendekatan penyelesaian masalah di Poso dikatakan suami Bella Saphira ini tidak semata hanya di sisi keamanan saja, tapi secara holistik, mendorong peningkatan kesejahteraan bagi warga yang di Poso dilakukan TNI melalui cetak sawah baru dan pemberian bantuan sembako.
“Namun semua pendekatan itu harus dilakukan dengan dasar saling menghormati dan saling menghargai, perbedaan itu anugerah yang harus kita sukuri,”kata Agus Surya Bakti.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY