Lawan Peredaran Narkotika, Putusan Hakim Tak Memuaskan, Jaksa Banding

0
112
rafis wilayah dengan pecandu narkotika terbanyak di Indonesia.(foto :beritamutiara)

POSO KOTA –  Tak puas dengan putusan hakim yang hanya menjatuhkan vonis selama 1 tahun bagi terdakwa RL warga kota Poso, yang terlibat dalam kasus Narkoba, jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso yang menangani kasus tersebut melakukan upaya banding.
JPU Kejari Poso, Andi Suharto SH yang ditemui belum lama ini di Pengadian Negeri Poso mengatakan, pihaknya melakukan upaya banding atas putusan majels hakim yang telah memvonis terdakwa RL dengan putusan 1 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara.
“Kami melakukan banding atas putusan itu, karena  putusan hakim sangat tidak sesuai dengan tuntutan kami selama 5 tahun pidan penjara dan pasal yang dikenakan tidak sesuai tuntutan kami,” ujarnya.
Menurut dia, tuntutan yang pihaknya ajukan yakni terdakwa RL telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan
Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri Poso, akhirnya menjatuhkan vonis terhadap seorang warga kota Poso berinisial RL dengan hukuman selama satu tahun pidan penjara, karena terbukti secara sah dan bersalah menggunakan Narkotika jenis Sabu.
Putusan majelis  hakim yang dipimpin oleh Achmad Y. Erria, SH terhadap terdakwa RL tersebut, jauh lebih ringan dari Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Suharto, SH dengan tuntutan selama lima tahun pidana penjara.
Terdakwa RL yang didampingi kuasa hukumnya Nostry,SH menyatakan menerima putusan majelis hakim sedangkan JPU, Andi Suharto,SH menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim.
Sebelumnya, majelis hakim yang dipimpin Achamd Y Erria, SH dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa RL telah terbukti secara sah dan bersalah melanggar pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009   tentang Narkotika yakni sebagai pemakai atau pengguna Narkotika jenis Sabu.RHM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY