Fenomena Hujan di Poso ternyata Akibat Pengaruh GMT

0
152
kantor BMKG yang berlokasi dijalan Bandara udara Kasiguncu. (foto syarif)

POSO RAYA – Dapat kita lihat fenomena terjadinya hujan pada sore hingga malam hari terus mengguyuri wilayah Poso dan sekitarnya, namun saat ini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi, Kasiguncu dapat menjelaskan mengapa terjadi hujan berpotensi pada sore hingga malam hari.

Jesmon Ruakau, petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kasiguncu
Jesmon Ruakau, petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kasiguncu

Terjadinya potensi hujan pada sore hingga malam hari, ternyata masih merupakan pengaruh dengan fenomena alam gerhana matahari pada 9 Maret 2016 di kabupaten Poso, wilayah Poso yang dinamakan tipe lokol, perubahan awannya  mulai pagi dan berkembang sampai sore, sehingga potensi hujan sangat besar terjadi di sore dan malam hari.

Hal tersebut di ungkapkan oleh petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kasiguncu, “terjadinya gerhana matahari di kabupaten Poso juga berpengaruh terhadap cuaca saat ini” ujar  Jesmon Ruakau.

Tidak hanya itu ia juga menambahkan potensi terjadi hujan pada sore dan malam hari juga dikarenakan adanya Ritme atau menurut pola tertentu,  sehingga berpengaru pada kondisi cuaca saat ini. ibaratnya kita berkendara, apabila terhalang oleh kerikil dan menghindarinya.

Kondisi curah hujan tertinggi yang terjadi pada bulan mei, 61,5 mili meter, sampai dengan saat ini pihak BMKG terus memantau perkembanga terjadinya curah hujan, dan memberikan data pada pemerintah daera terkait cuaca di wilayah kabupaten Poso.(RIF)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY