DPRD Minta Pembangunan Tugu Mapane Dihentikan

0
195
maket tugu Mapane yang ditolak sekelompok warga di kelurahan Mapane, Poso Pesisir.(foto :dok david towengke)

MAPANE – Pembangunan tugu di kelurahan Mapane, kecamatan Poso Pesisir oleh DPRD diminta dihentikan sementara menyusul adanya penolakan sekelompok warga. Hal itu diputuskan lembaga perwakilan itu dalam rapat bersama pemerintah daerah Rabu (1/6)kemarin.
Sebelumnya anggota DPRD, Iskandar Lamuka mengemukakan adanya polemik ditengah masyarakat terkait pembangunan tugu tepat di jalan masuk bandara, depan masjid raya, kelurahan Mapane. Penolakan itu disebutkan karena tugu ini dianggap sebagai simbol agama tertentu.
Pembangunan tugu ini sendiri sudah hampir rampung, namun dengan adanya protes masyarakat ini, maka belum bisa dipastikan kelanjutannya apakah akan dihentikan permanen atau desainnya akan diubah. Informasi yang diperoleh media ini, simbol-simbol yang ditolak adalah tahun yang tertera dalam tugu itu yakni 1892 dan simbol jabatan tangan.
Arsitek tugu ini, David Towengke dalam penjelasannya di akun media sosialnya menjelaskan, tahun 1892 menegaskan Mapane sudah ada sebelum Cruitj datang, dikatakannya pula, tahun itulah Cruitj bertemu dengan seorang tokoh muslim bernama papa I Piti yang kemungkinan adalah Baso Ali, sejarah inilah yang mengilhami simbol jabatan tangan itu.
Kelurahan Mapane sendiri memiliki sejarah panjang di kabupaten Poso sebagai daerah tua yang dulunya menjadi simbol pertemuan agama-agama di kabupaten Poso. Di wilayah inilah agama Islam dan Kristen bertemu, disini pula antropolog Belanda AC Kruitj bertemu tokoh muslim Baso Ali.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY