Kinerja Pimpinan SKPD Masih Mengecewakan, Miskin Inovasi, Miskin Data

0
107
Ketua komisi I DPRD, Hidayat Bungasawa

POSO RAYA – Bagaimana kinerja kepala SKPD menurut penilaian para mitranya di DPRD? dari 3 komisi yang ada dilembaga perwakilan rakyat itu, intinya sama, tidak ada yang mendapat nilai hijau atau tinggi atau memuaskan.
Tiga pimpinan komisi di DPRD tidak asal memberikan penilaian ini. Pengalaman panjang selama kurang lebih 2 tahun bersama merumuskan pembangunan daerah cukup untuk menyimpulkan apakah mereka yang memimpin SKPD itu memiliki terobosan atau hanya sekedar bekerja untuk mengugurkan kewajiban.
“Sejujurnya kalau saya nilai tidak ada yang bisa diberikan nilai A, kalau ada mungkin 2 SKPD saja bisa dipredikat B, selebihnya C bahkan mungkin minus,”kata ketua komisi I DPRD, Hidayat Bungasawa. Di komisi ini ada 23 SKPD yang menjadi mitranya, diantaranya adalah BKDRB, Kesbangpol, BPMPD,Badan Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak, Inspektorat, Bagian Humas, Bagian Umum.
Salah satu kelemahan menonjol dari semua mitranya, menurut Hidayat adalah lemahnya database dan tidak ada yang berani melakukan improvisasi sehingga miskin inovasi. Jadinya menurut Hidayat, SKPD bekerja dengan panduan Rencana Kerja Anggaran.

Amir Kusa
Amir Kusa

Sama dengan Hidayat, ketua komisi II, Amir Kusa menilai banyak SKPD yang tidak punya inovasi sama sekali akhirnya bekerja monoton, khususnya yang terkait dengan penggalian pendapatan asli daerah (PAD).
“Bagaimana kita mau memasang target pendapatan, databasenya tidak ada, kita bingung jadinya mau menetapkan target berapa, padahal salah satu tolak ukur keberhasilan adalah pendapatannya,”kata Amir Kusa.
Amir mencontohkan kesulitan mengukur capaian di bidang pertanian disebabkan tidak adanya database yang jelas di SKPD itu meskipun tiap tahun anggaran di dinas ini sangat besar setiap tahun.
“Sangat sulit kita mengukur kinerja dinas pertanian, sebab minim data juga, kita tidak tahu apakah nilai tukar petani kita sudah meningkat atau belum, kita hanya melakukan estimasi saja,”jelas Amir lagi. Di komisi II terdapat 16 SKPD yang menjadi mitranya, diantaranya dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Koperasi dan Perindag, BPKAD, Dinas Kehutanan,Dinas Kelautan dan Perikanan, kantor Penghubung dan Mess Pemda Poso serta PDAM.

Iskandar Lamuka
Iskandar Lamuka

Penilaian juga disampaikan ketua komisi III Iskandar Lamuka, jika Hidayat dan Amir menyorot lemahnya inovasi dan database yang dimiliki SKPD, Iskandar menyorot lemahnya perencanaan kerja dari 9 SKPD mitranya.
“Akibat lemahnya perencanaan sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak begitu terasa manfaatnya oleh masyarakat, ini perlu diperbaiki,”ujar politisi vokal ini. Selain perencanaan yang lemah, kurangnya pengawasan menjadikan  pekerjaan fisik banyak yang berkualitas rendah. Dengan 2 kondisi itu menunjukkan masih lemahnya inovasi yang dilakukan oleh SKPD untuk mengatasi problem dalam implementasi kerja lapangannya.
Meski tidak memberikan penilaian tinggi, namun Iskandar menilai ada beberapa SKPD yang sudah bekerja lumayan baik.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY