Sekolah dan Kampung Kakao Lestari Akan Dibentuk

0
232
Salah satu aktifitas pendampingan terhadap petani kakao oleh salah satu perushaan eksportir kakao PT TMCI agar kualitas hasil panen yang dihasilkan meningkat.(foto :vincent)

TONUSU – Menyikapi keluhan petani dalam menjalankan usaha budidaya kakao, terutama menghadapi hama dan penyakit serta ketersediaan pupuk dan bibit unggul, sebuah perusahaan eksportir kakao yakni PT Tanah Mas Celebes Indah (TMCI) yang sejak tahun 2011 melakukan pemberdayaan petani kakao di Kabupaten Poso, meresponnya dengan rencana pembentukan sekolah kakao rakyat. Rencana pembentukan sekolah kakao rakyat ini akan dibangun di lahan seluas 5 hektar. Kepada Poso Raya, Manejer Development Sustanbility Area Sulteng, PT TMCI Amiruddin Latief menyatakan bahwa pihaknya sudah lama melakukan pemberdayaan terhadap petani kakao di Kabupaten Poso, misalnya pendampingan, pelatihan dan pemberian premium kepada petani binaanya. Lebih lanjut, Amiruddin menyatakan bahwa perusahaan TMCI berencana akan membuat Sekolah Kakao Rakyat yang bertujuan untuk menyediakan media dan sarana bagi petani untuk belajar bersama tentang teknik budidaya kakao agar sesuai standar. “program ini pada intinya sebagai upaya pihak PT TMCI meningkatkan produksi dan mutu kakao di Kabupaten Poso, dengan terus mendampingi dan meningkatkan kapasitas petani kakao. Selain itu, program ini merupakan upaya untuk mengairahkan petani kakao agar terus meningkatkan produksi dan mutu kakao” ungkapnya. Lebih lanjut, Amiruddin menjelaskan bahwa rencana pembentukan sekolah kakao rakyat ini, akan didialogkan dengan Pemda Poso terutama legalitasnya, serta meminta suport dari Pemerintah Kabupaten Poso. Amiruddin menjelaskan bahwa Kabupaten Poso, merupakan penghasil kakao terbesar di Propinsi Sulteng dengan mutu terbaik. Olehnya maka pihaknya sangat mengapresiasi petani kakao dengan pemberian premium kepada petani binaan. “Sekolah kakao rakyat ini, merupakan salah satu bentuk penghargaan perusahaan terhadap petani di Kabupaten Poso, karena telah mampu memproduksi kakao yang dieksport perusahaan” jelasnya. Rencana pembentukan Sekolah Kakao non formal yang akan dibangun perusahaan TMCI, akan dibangun pada lahan seluas 5 hektar dengan fasilitas mess, ruang belajar, dan rumah pembibitan dan kebun percontohan, serta ketersediaan fasilitator ahli kakao, merupakan sarana belajar bagi para petani PPL dan Siswa SMK Pertanian” tegasnya. Selanjutnya, pihaknya akan secara serius mendorong terbentuknya kampung kakao lestari. Amiruddin sangat berharap agar rencana perushaan ini mendapat dukungan pemerintah Poso. Amiruddin menungkap bahwa sebenarnya prgram PT TMCI sudah lama direncanakan, namun kurang mendapat respon, sehingga belum terwujud. “Rencana Perusahaan kami ini, mudah mudahan mendapat dukungan dari pemerintah, karena tanpa dukungan pemerintah Perusahaan tidak bisa berbuat apa apa” jelasnya. Pihak PT TMCI menargetkan dengan dibangunnya sekolah non formal maka Kabupaten Poso akan mampu meningkatkan jumlah dan mutu produksi kakao yang diakui mengalami penurunan drastis.
Pihak PT TMCI mengakui bahwa selama ini petani kakao di Kabupaten Poso sudah berkontribusi besar terhadap eksport kakao melalui perusahaan ekportir ini. Sehingga, perusahaan memberikan reward kepada petani melalui program program pemberdayaan. Sebagai wujud keseriusan membantu petani kakao di Kabupaten Poso, Pimpinan PT. TMCI dari Malaysia, telah berkunjung ke para petani kakao, dan mengsuport kelompok kelompok tani binaannya. Perusahaan eksportir ini, mendorong petani agar memproduksi tanaman kakao yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Vin)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY