Identitas Korban Baku Tembak Belum Diketahui

0
177
Pasukan dari Satgas Tinombala 2016 masih terus melakukan penjagaan ketat di wilayah sekitar Poso Pesisir bersaudara untuk mencegat pelarian kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso yang kini satu persatu berhasil ditangkap maupun tertembak

POSO KOTA – Satuan tugas operasi Tinombala 2016 masih menunggu laporan dari masyarakat khususnya dari pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk memastikan identitas dari satu jenazah Orang Tidak Dikenal yang dievakuasi dari hutan pegunungan desa Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso, Rabu (24/5)lalu.
Laporan keluarga itu sangat diperlukan untuk memungkinkan Satgas Operasi Tinombala 2016 untuk mendapatkan sampel DNA unuk memastikan identitas jenazah dari OTK. Sejauh ini jenazah dari OTK itu diduga memiliki kemiripan dengan salah satu DPO bernama Aco alias Sucipto.

Hingga Kamis (26/5) kemarin Polisi mengaku belum mendapatkan laporan dari warga yang merasa kehilangan anggota keluarga mereka terkait dengan di temukannya 1 jenazah dari orang tidak dikenal di wilayah hutan pegunungan desa Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan pada 24 Mei 2016 silam.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto menerangkan sejauh ini OTK yang jenazahnya telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah itu memiliki kemiripan dengan salah seorang DPO dalam kelompok Santoso yaitu Aco alias Sucipto, namun demikian masih diperlukan tes DNA untuk memastikan identitas yang bersangkutan, dengan membanding sampel DNA dari pihak keluarga.

“Itu perkembangan terbaru dari hasil pencocokan fisik sementara, ini masih kita katakan sementara, karena berdasarkan pada beberapa ciri yang bisa kita lihat terutama untuk tahi lalat, kemudian berikutnya adalah bentuk muka dan gigi. Itu bisa sementara ini disampaikan oleh bapak Kapolda bahwa mirip dengan Aco alias Sucipto yang dari Malino, namun ini masih tahap awal karena berikutnya lagi masih harus dicek oleh keluarganya, dan tentu saja secara ilmiah kita tetap mengandalkan pada pengetasan DNA. Sejauh ini hingga hari ini, hari keempat masih belum ada, namun demikian semoga dalam waktu dekat kita bisa menerima kabar dari pihak keluarga”.

Dengan situasi masih menunggu kepastian berdasarkan sampel DNA untuk memastikan identitas dari OTK itu, Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 sejauh ini belum merubah data jumlah daftar DPO anggota kelompok Santoso yang sampai saat ini masih berjumlah 23 orang, pasca tewasnya dua anggota kelompok Santoso pada Minggu, 15 Mei 2016 dalam kontak tembak dengan pasukan Marinir TNI AL yang turut dilibatkan dalam operasi yang melibatkan 3000 personel gabungan TNI Polri itu.

Perburuan kelompok Santoso hingga saat ini masih terus berlanjut di wilayah Kabupaten Poso yang saat ini sudah berlangsung selama 4 bulan sejak dimulai pada 10 Januari 2016 silam. Perkuatan kelompok Santoso yang sebelum dimulai operasi itu sebanyak 41 orang telah berkurang menjadi 23 orang. Data resmi Polda Sulawesi Tengah menyebutkan dalam pelaksanaan operasi Tinombala 18 anggota kelompok itu telah ditangkap, 13 ditangkap dalam kondisi tewas, 4 ditangkap dan 1 orang menyerahkan diri. Secara persenjataan kelompok Santoso diduga masih memiliki setidaknya 5 pucuk senjata api pabrikan jenis SS1, SS2 dan M16.(YHL)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY