Pusat Jangan Hanya Perhatikan Jawa, Dana Desa untuk Sulteng Harus di Tingkatkan

0
135

PALU – Gubernur Sulteng, Longki Djanggola berharap pemerintah pusat meningkatkan alokasi dana desa untuk wilayah Indonesia bagian timur khususnya Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikannya setelah melihat perbandingan presentasi 67 persen dana desa digulirkan di pulau Jawa sementara hanya 33 persen diluar pulau Jawa.
Dikatakan Gubernur, untuk tahun 2016 ini jumlah dana desa yang disalurkan sebesar 7-70 triliun.
Menurut Longki, permasalahan yang dihadapi desa-desa di Sulteng dibandingkan desa di Jawa yang sudah lebih maju sehingga tidak ada lagi yang berkategori daerah terpencil, berbeda dengan di Sulteng yang masih banyak wilayah terpencil seperti di Lore bersaudara atau di kabupaten Morowali Utara. Wilayah seperti ini menurutnya memerlukan suntikan dana yang besar.
Dikabupaten Poso sendiri, beberapa kecamatan masih mengalami persoalan transportasi yang cukup sulit seperti Lore Selatan, selain berada di pegunungan, jalan menuju ke desa-desa disini juga kerap tertutup longsor hingga mempengaruhi harga barang-barang kebutuhan pokok dan BBM. Tahun ini kabupaten Poso mendapatkan porsi dana desa sebesar 87,6 miliar yang dibagikan ke 142 desa di 19 kecamatan. Beberapa desa yang jauh seperti desa Bulili, kecamatan Lore Selatan belum mendapatkan anggaran hingga 1 miliar, padahal desa ini lumayan jauh dari ibukota kabupaten sehingga membutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar untuk mempercepat pembangunannya.
Selain kabupaten Poso, tahun ini kabupaten tetangga, Tojo Una-Una mendapatkan alokasi sebesar 82,7 miliar, Morowali sebesar 76,2 miliar rupiah, Morowali Utara sebesar 75,9 miliar rupiah, Parigi Moutong sebesar 169,2 miliar rupiah, adapun Banggai Laut mendapatkan dana desa paling sedikit yakni 39,2 miliar dengan jumlah desa sebanyak 63 desa(SAM)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY