Masih Banyak Persoalan, FSPSUK Minta Relokasi Pasar Ditunda

0
139
Sejumlah orang dari Forum Solidaritas Pasar Sentral untuk Keadilan (FSPSUK) mendatangi redaksi harian Poso Raya untuk menyampaikan sikap mereka terkait batas akhir bagi pedagang untuk pindah dari pasar Sentral.(foto : Syarif)

POSO KOTA – Batas waktu yang diberikan oleh Bupati kepada sejumlah pedagang  yang masih bertahan di pasar lama, berakhir hari ini, Selasa 3 Mei 2016. Terkait dengan hal tersebut, Forum Solidaritas Pasar Sentral Untuk Keadilan (FSPSUK) meminta kepada Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu agar menunda pelaksanaan relokasi pedagang sampai betul-betul kondusif bagi semua pihak.
“Kami dengan sepenuh hati, memohon kepada Bupati agar menunda pemindahan pedagang yang masih bertahan di pasar sentral Poso saat ini. Kami bukan melawan kebijakan pemerintah, tapi demi kebaikan kita semua, mohon sekali lagi, agar Pak Bupati bisa menunda relokasi”. Kata Syarifuddin Labaco, diamini rekannya yang lain.
Ditambahkan Syarifuddin, bahwa berdasarkan analisisnya bersama sejumlah pedagang, alasan permintaan penundaan bukan semata-mata karena kepentingan pedagang yang menolak pindah, tetapi memang masalahnya sangat komnpleks, sehingga kita harus hati-hati dalam mengambil kesimpulan.
“Menurut kita, biar semua pedagang pasar lama pindah ke pasar baru, masalahnya belum tentu selesai”, tambah Syarifuddin.
Hal senada disampaikan oleh Boim, menurut aktivis mahasiswa ini carut marutnya pelaksanaan relokasi dikarenakan oleh adanya oknum yang bermain dalam proses relokasi. Dia mencontohkan seorang pedagang bernama Daeng Sulle Singkerru, sejak tahun 1986 sudah mulai berjualan, namun tidak dapat tempat di pasar baru.
Selain Forum Solidaritas Pasar Sentral untuk Keadilan, beberapa organisasi mahasiswa dan LSM juga secara bersama minta Bupati menunda relokasi, antara lain LMND, LPHL, dan STN, PRD, dan FNPBI. Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa itu, kemarin siang, Senin, 2 Mei 2016 mendatangi kantor redaksi Poso Raya untuk menyampaikan pernyataannya. Sebelumnya, mereka melakukan long march yang dipimpin oleh kordinator lapangan, Zulfikar. dw

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY