Aparat Diminta Tegas, Terkait Kemungkinan Masih Ada PETI di Dongi-Dongi

0
180
Personel Brimob di Dongi Dongi (26/3) jelang ditutup aktivitas penambangan ilegal oleh Pemerintah Kabupaten Poso pada 29 Maret 2016

PALU – Kemarin Senin (2/5) telah diadakan pertemuan antara  pemerintah Kabupaten Poso, dihadiri langsung Bupati Darmin Agustinus Sigilipu dengan Gubernur Longky Djanggola. Salah satu pokok pembahasan adalah penutupan tambang emas ilegal Dongi-Dongi di desa Sedoa, kecamatan Lore Utara serta penegasan tapal batas kabupaten Poso dan kabupaten Sigi serta Sulsel.
Selain mendukung penutupan penambangan tanpa ijin (Peti) di Dongi-Dongi ini, Gubernur juga meminta aparat keamanan menindak tegas oknum yang masih berusaha melakukan aktifitas penambangan di areal yang dilarang itu.
”Areal  itu sudah jelas kawasan Taman Nasional. Makanya Gubernur  menegaskan, sangat mendukung  agar lokasi penambangan liar di Dong-Dongi  harus di tutup.” Terang Yusak Mentara, Kepala Dinas Kehutanan  Kabupaten Poso yang mendampingi Bupati Darmin, saat bertemu Gubernur.
Terkait sikap Gubernur tersebut, Bupati Darmin menyatakan sepakat  atas penutupan tambang emas illegal Dongi-Dongi. “Dalam pertemuan  itu Gubernur dan Bupati kita sudah sepakat agar penambangan liar dongi-dongi harus ditutup” kata Yusak Mentara.
Dengan adanya keputusan bersama tersebut, lembaga Forum Wilayah Penyangga Taman Nasional Lore Lindu (FWP-TNLL) yang diketuai Yusak Mentara, meminta kepada masyarakat yang berdiam pada kawasan Taman Nasional Lore Lindu untuk merujuk kembali pada Kesepakatan Konservasi Masyarakat (KKM) Tahun 2002 tentang kearifan lokal.”Kita  harus kembali kepada kehidupan kearifan lokal demi menjaga kelestarian lingkungan taman nasional di wilyah ini, sebagai ketua FWP_TNLL saya menghimbau masyarakat kembali kepada kesepakatan tersebut,”katanya.NAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY