Jadi Sample Nasional, Bumdes Pu’umboto Dapat Suntikan Dana Rp 2,4 Miliar

0
248
Bangunan Kantor Bumdes Pu'umboto yang tengah dikerjakan (Foto: Samsol Batubara)

PANDAJAYA – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pu’umboto yang berlokasi di Desa Pandajaya Kecamatan Pamona Selatan merupakan Bumdes yang pendiriannya diprakarsai gabungan empat desa yang terdiri dari Desa Pandajaya, mayasari, Pasir Putih dan Pendolo. Yang juga menempatkan seluruh kepala desa tersebut sebagai komisaris dalam lembaga ini.
Sejak awal Bumdes Pu’umboto merupakan badan usaha milik desa yang dalam salah satu tugas dan fungsinya meningkatkan usaha yang dapat menggerakkan peran aktif masyarakat melalui ekonomi pedesaan, yang dapat menopang penyediaan bahan baku menjadi bahan olahan. Sebagai dana awal, Bumdes ini memperoleh suntikan dana segar dari Kementerian PPTAD melalui APBN tahu 2015 sebesar Rp 2,4 miliar.
Keberadaan Bumdes ditingkat desa diperkuat adanya Undang-undang no 6 tahun 2014, maka BUMDES BERSAMA PU’UMBOTO JAYA mempunyai  Visi mewujudkan Bumdes bersama Pu’umboto yang sukses dan terpandang. Adapun Misinya adalah mewujudkan pelayanan jasa, LKM, sarana produksi pertanian serta usaha produksi.  Selajutnya  memperkuat jaringan kelembagaan Bumdes melalui sistem peningkatan sumber daya manusia. Selain itu membangun kemitraan usaha bersama pemerintah dan swasta.
Saat ini Bumdes Pu’umboto tengah membangun kantor yang berlokasi di Desa Pandajaya yang disampignya terdapat los los bangunan untuk berusaha bagi para anggotanya.
Menariknya, Bumdes Pu’umboto merupakan satu dari empat kabupaten di Indoenasia yang memperoleh kepercayaan dari
Kementrian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Cq. Pecepatan Pertumbuhan Terpadu Antar Desa (PPTAD). Selain Kabupaten Poso tiga kabupaten lainnya yang menjadi sampling nasional  dalam pengelolaan Bumdes di Indonesia yakni Kabupaten Pangkep (Sulsel), Gresik (Jatim), dan Garut (Jabar).
Beberpa program prioritas Bumdes ini antara lain, penyediaan dan pengembangan infrastruktur untuk proses kegiatan usaha. Disamping itu prioritas usaha yang direalisasikan atas dasar permintaan pasar seperti objek wisata, pasar buah, gudang samprotan, agribisnis Kakao dan durian otong, MCK, serta usaha lain yang merupakan produk-produk turunan/olahan yang tersedia dari bahan baku di wilayah kerja Bumdes bersama, Pengembangan ekonomi pada masing-masing sector dan jasa, pertanian, peternakan, perkebunan,  hortikultura, dan lembaga keuangan mikro. Selain itu pula, peningkatan kapasitas kelembagaan sebagai wadah yang ideal dan optimal sehingga ada rasa kenyamanan dalam melaksanakan tugas dengan ditopang adanya prasarana elektronik serta, peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dapat berperan langsung dengan keberadaan usaha  yang dijalankan (maindset, motivasi berusaha, managemen kelembagaan, adminitrasi, keuangandan success story). Demikia disampikan Manager LKM Pu’umboto Sentot Pujo Harjanto, SPL, SST kepada Poso Raya.
Selain itu Sentot juga memaparkan tentang strutur pengurus BUM Des Pu’umboto sebagai berikut, Direktur Slamet Hermanto, Seketaris Vivi Ruth Elvira Melubu,Spd, Bendahara , Suparmi, Maneger LKM, Sentot Pujo Harjanto Spt, SST. Manegerjasa /Tranining, M Lakauni.
Selanjutnya Kepala Desa Pandajaya Sudirman dalam kesempatan yang sama menambahkan tentang berdirinya BUM Des di Kecamatan Pamona Selatan, adalah gabungan  4 empat desa, Mayasari, Pandajaya, Pasir Putih dan Desa Pendolo yang secara bersama membentuk BUM Des. Adapun sumber dana awal dibantu oleh Pemerintah Pusat (APBN TAHUN 2015)  Kementerian  PPTAD, yang besaran dana dari Kementerian tersebur Rp 2,4 milyar.
Masih dari Kepala Desa Pandajaya, Sudirman mengatakan, sebagai BUM Des gabungan maka didalam Pendiriannya, empat Kepala Desa, Sudirman Kepala Desa Pandajaya, M Basri Laode, Kepala Desa Pendolo Jhon Agus Melubu, Kepala Desa Pasir Putih Yan adalah merupakan Komisaris BUM Des, gabungan tersebut. SAM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY