Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Pemda Siapkan 100 Rumah Warga Sambut GMT Di Poso

0
139
Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Poso Putera Botilangi bersama Direktur Institut Mosintuwu Lian Gogali saat meninjau lokasi pusat pemanatuan GMT di Desa Kalora (Foto: mansyur)

POSO KOTA – Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Poso,provinsi Sulawesi Tengah  menyiapkan sedikitnya 100 unit rumah milik warga untuk dijadikan sebagai pemondokan atau tempat tinggal badi para wisatawan lokal dan Mancanegara yang akan datang menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT).Penambahan pemondokan,diluar penginapan serta hotel sebagai tempat menginapnya para tamu lokal atau wisatawan asing tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini meningkatnya jumlah wisatawan yang akan menyaksikan GMT  selama 2 menit 44 detik di Poso yang berlokasi di Desa Kalora,kecamatan Poso Pesisir Utara pada Rabu (09/03) 2016 mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Dan Kreatif kabupaten Poso,Putra Botilangi yang ditemui pada Jumat (26/02) 2016 saat melakukan peninjauan dilokasi pemantauan GMT di Desa Kalora menjelaskan jika pihaknya telah melakukan koordinasi kepada aparat Desa setempat untuk mempersiapkan segala sesuatu termasuk kesiapan rumah tinggal.Kadis menjelaskan 100 rumah warga yang telah ditunjuk terlebih dahulu akan diberikan pelatihan khusus terutama dalam kesiapannya untuk menerima wisatawan mancanegara,jika nantinya tidak mendapatkan hotel karena ful.
‘’Jadi penambahan 100 unit rumah untuk tempat pondokan sementara sengaja kita lakukan dalam mengantisipasi kemungkinan membludaknya jumlah wisatawan yang datang ke Poso,’’tutur Kadis.
Dia menambahkan,meskipun peristiwa GMT masih tersisa sekitar 10 hari lagi,namun berdasarkan data yang ada pada Dinas Pariwisata Poso setidaknya sudah tercatat sekitar  3.000 jumlah wisatawan yang akan berkunjung di Poso.Hampir di pastikan kebanyakan wisatawan khususnya Mancanegara tersebut berasal dari negara-negara tetangga yang sebelumnya sudah berada dan transit berwisata di Indonesia sambil menunggu GMT ,seperti wisatawan yang ada di Togean,Tana Toraja ,Bunaken dan bahkan ada dari Bali.
‘’Ribuan wisatawan asing tersebut sebagian sudah ada di Indonesia sedang transit diberbagai wilayah,mereka akan datang ke Poso sekitar tiga gari sebelum GMT berlangsung,’’jelasnya.
Berdasarkan pantauan media ini dilokasi GMT di Desa Kalora,Kecamatan Poso Pesisir,selain rumah warga yang akan dijadikan pemondokan,pihak panitia juga menyiapkan satu gedung sekolah untuk dijadikan sebagai tempat menginap para tenaga ahli peneliti dari berbagai Lembaga yang akan melakukan penelitian GMT.Dilokasi tersebut,selain disediakan  sarana seperti wc umum,Kamar,pihak panitia juga telah mempersiapkan jaringan internet secara gratis yang akan dipergunakan selama kegiatan  penyambutan hingga proses GMT tersebut dinyatakan selesai. MSR

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY