Unjuk Rasa Buruh Morowali, Desak Pemda Realisasikan UMK

0
181
Bupati Morowali Anwar Hafid saat menemui para pendemo (Foto: Bambang)

MOROWALI – Ratusan buruh ancam bakal melakukan aksi mogok kerja menuntut upah kerja. Hal itu ditegaskan dalam unjuk rasa bersama Front Perjuangan Buruh Morowali (FPBM) di halaman Kantor Bupati Morowali, Kamis (11/02/2016) lalu
Koordinator aksi, Asnan As’ad membacakan 6 tuntutan, yakni mendesak Dewan Pengupahan untuk segera menetapkan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Morowali sesuai kesepakatan awal, yaitu Rp. 2.254.000 juta tanpa alasan apapun. Mendesak Disnaker Morowali untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi terhadap penyelenggaraan ketenagakerjaan.
Tuntutan lain adalah penyesuaian upah bagi tenaga kerja, penempatan kontrak tenaga kerja sesuai dengan perusahaan yang melakukan kontrak, transportasi karyawan yang memadai, serta menolak Out Sorsing dan PHK tanpa alasan yang jelas.
Sementara, Bupati Morowali, H Anwar Hafid, yang menerima langsung pengunjuk rasa naik ke mobil sound dan menyatakan dukungannya atas tuntutan para buruh. “Saya sangat mendukung tuntutan para buruh dan sudah menindak lanjuti kepada gubernur, karena pemerintah daerah juga tidak berani mengambil kebijakan tanpa mekanisme dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ditambahkan Anwar, dari beberapa kali tatap muka terkait persoalan upah buruh, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali telah melakukan komunikasi dengan Gubernur agar merealisasikan tuntutan buruh.
Namun, penjelasan Anwar Hafid tersebut malah menuai kritikan balik dari pengunjuk rasa. “Berulang kali kami melakukan demo, namun hingga saat ini tidak ada realisasi dari pemerintah, dan jawaban Bupati Morowali masih seperti apa yang dikatakan dengan alasan sangat support dengan apa yang diinginkan buruh dan akan ditindak lanjuti, kata-kata itu sudah bosan kami dengar,” ujar salah seorang orator.
Dalam pernyataan sikap juga dijelaskan bahwa kaum pemodal atau pengusaha memegang peran penting dalam skenario penetapan kebijakan. Contoh yang paling jelas adalah lewat penetapan UMK Morowali 2016, yang seharusnya Rp. 2.254.000 juta, justru ditetapkan hanya sebesar Rp. 2.007.000 juta. BMG

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY