Kantor Bupati Diasapi, Untuk Antisipasi DBD dan Zika

0
88
Pengasapan (fooging) oleh dinas kesehatan di kantor Bupati membuat para pegawai berhamburan keluar karena tidak tahan terhadap bau zat kimia Malathion (golongan Organophosporester) yang sering dicampur solar atau minyak tanah.(foto : Sofyan)

POSO KOTA – Para pegawai di kantor Bupati langsung berhamburan keluar ruangan setelah 3 petugas Fogging dari Dinas Kesehatan menyemprotkan asap yang mengantung zat kimia Malathion untuk membunuh nyamuk keruangan mereka. Sebelumnya ada pengumuman yang disampaikan mengenai kegiatan ini.
Asisten II, Sahrul Panjili, mengatakan pengasapan itu dilakukan untuk mencegah berkembangnya wabah demam berdarah dengue (DBD) dan Zika dikalangan pegawai. Sebab sejumlah ruangan di kantor Bupati memang gelap dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk penyebab penyakit itu.
“Memang pengasapan ini sedikit mengganggu aktifitas pegawai, tapi kita tidak bisa menunggu sampai hari libur baru melakukannya karena menghadapi penyakit ini tidak bisa menunggu-nunggu lagi karena ini sudah wabah,”kata Sahrul. Para pegawai memang harus menunggu berjam-jam sampai bau asap yang menyengat itu hilang.
Selain mengantisipasi DBD, Sahrul juga menyebut langkah itu untuk mencegah jangan sampai wabah Zika yang juga menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes Aegipty menyerang para PNS maupun orang yang berurusan di kantor Bupati.
Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.
Meski belum ada laporan dari Dinas Kesehatan yang menyatakan ada warga Poso terserang virus Zika, namun menurut Sahrul hal itu sudah harus diantisipasi terlebih dahulu sebelum menyerang warga.(IAN)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY