Lima Hektar Sawah Terendam Banjir

0
119
Salah seorang anggota TNI AD yang bertugas di Desa Simoli melihat secara dekat, luapan lumpur dan pasir yang masuk ke Bekas areal persawahan yang ada di desa Sumolim kecamatan Ratolindo, Tojo Una-Una, setelah dilanda banjir Sabtu (22/1/2016). (Foto: Rahman Asnawi)

TOUNA –  Sedikitnya 5 (lima) hektar areal persawahan yang terletak di Desa Sumoli Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-una (Touna) rusak terendam luapan banjir dari sungai Toba.
Sungai Toba yang membatasi antara Desa Simoli dan Kelurahan Uentanaga Atas tersebut, Jumat (21/1/2016) malam hingga Sabtu (22/1/2016) dini hari meluap akibat hujan deras yang turun selama satu hari satu malam di wilayah ini.
“Sungai Toba mulai meluap sekitar pukul 21.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita. Akibatnya areal persawahan yang ada di Desa Simoli menjadi sasaran luapan tersebut,” kata Syahrir warga Simoli seklaigus pemilik areal persawahan,  saat ditemui Poso Raya Sabtu (23/1/2016) pagi.
Menurut dia, akibat luapan air sungai tersebut, ratusan bibit yang siap tanam di areal persawahan itu, hanyut terbawa air. Selain itu, bibit yang sudah ditanami di areal persawahan sehari sebelum luapan air sungai terjadi, banyak tertimbun lumpur dan pasir yang dibawa banjir.
Bukan hanya itu,  menurutnya akibat lupan iar sungai Toba tersebut, potongan batang kayu juga terbawa arus dan masuk ke dalam areal persawahan masyarakat.
“Akibat luapan air sungai tersebut sekira lima hektar sawah kami terendam dengan lumpur dan pasir serta kayu-kayu sisa tebangan,” ujarnya.
Sementara itu, Amin Cemboyo petani lainnya menyebutkan, luapan banjir tersebut sebelum masuk ke areal persawahan merusak pinggiran sungai yang kondisinya hampir sejajar dengan areal persawahan yang ada di desa tersebut. Selain itu, adanya sisa tebangan yang hanyut terbawa banjir dan melintang di tengah sungai mengakibatkan aliran sungai mencari  daerah rendah.
“Untungnya, ada riol (drainase) yang menghalangi luapan air sungai tersebut, kalau tidak dipastikan areal persawahan yang siap ditanami tersebut, terendam dengan lumpur,” katanya.
Dia mengaku, akibat luapan air sungai Toba dan membawa hanyut ratusan bibit padi, kerugian petani sawah diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Mendapat kabar adanya areal persawahan yang terendam luapan lumpur, petugas penyuluh pertanian dari Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Touna, Salma dan Babinsa setempat langsung turun lapangan dan melihat kerusakan arael persawahan tersebut.
“Kejadian ini akan kami laporkan ke atasan kami dan instansi terkait, agar segera dapat diatasi, sehingga hal yang sama tidak terjadi lagi dikemudian hari,” kata Salma saat ditemui di lokasi kejadian.
Dia menuturkan, kewajiban pihaknya untuk melihat secara langsung apa yang dialami petani akibat curah hujan yang cukup besar kali ini, sehingga dapat didata berapa banyak kerusakannya dan data tersebut diteruskan ke instansi terkait.
Sementara Pantauan media ini di lokasi lupan banjir, ada titik pinggiran sungai Toba yang jebol dan mengakibatkan areal persawahan tersebut dimasuki lumpur dan pasir. Selain itu kedangkalan aliran sungai serta banyaknya endapan material menjadi salah satu penyebab air sungai mengalir ke daerah yang sejajar dengan permukaan sungai.
Selain itu hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tojo Una-una sejak Jumat hingga Sabtu lalu tersebut juga mengakibatkan jebolnya tembok atau dinding sungai  Toba yang berada di kawasan kampung Pece Kelurahan Muara Toba Kecamatan Ratolindo.
Padahal tembok atau dinding tersebut baru sekira lima bulan selesai dikerjakan sebagai upaya rehabilitasi sungai Toba, yang anggaran pengerjaannya diambil dari APBD Touna tahun 2015. Setiap tahunnya, aliran sungai  Toba tersebut mendapat dana pemeliharaan aliran daerah sungai dari Pemerintah Kabupaten Tojo Una-una. RHM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY