Pengiriman Kayu Dari Wakai ke Gorontalo, Polres Touna Telusuri Dokumen Pengiriman

0
140
AKP. Petrus A. Matasik

TOUNA – Pengiriman kayu dari Desa Wakai Kecamatan Una-Una ke Provinsi Gorontalo dengan menggunakan kapal very yang belakangan marak terjadi di wilayah ini, mulai mendapat perhatian khusus dari pihak kepolisian Resor Tojo Unauna (Touna).
Kapolres Touna melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Touna langsung melakukan cros cek di lapangan terhadap pengiriman kayu belasan kubik yang dikirim menggunakan kapal very tersebut. Polisi juga  melakukan penulususan keberadaan dokumen yang digunakan dalam pengiriman kayu dari Desa Wakai Kecamatan Una-Una ke Provinsi Gorontalo itu.
Kasat Resrkrim Polres Touna AKP Petrus A. Matasik mengatakan, setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak berkompoten, pihaknya mendapat laporan bahwa pengiriman kayu dari Desa Wakai Kecamatan Una-Una Kabupaten Touna ke Provinsi Gorontalo menggunakan kapal very memiliki dokumen berupa Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang dikeluarkan oleh kepala desa setempat.
Menurutnya, kayu yang diangkut menggunakan kapal very tersebut bukan jenis kayu berkelas jenis terkukur tetapi jenis kayu daerah, sebagaimana diberitakan media ini pada Senin 4 Januari 2016 lalu.
“Pengiriman kayu dari Wakai Kecamatan Una-Una ke Provinsi Gorontalo itu hanya menggunakan dokumen berupa SKAU dari kepala desa setempat,” katanya, Rabu (6/1/2016).
Dia menyebutkan, pihaknya meyakini tidak mungkin pihak otoritas kapal very mau memuat atau mengangkut kayu yang tidak memiliki dokumen. Apalagi tujuan pengiriman kayu tersebut adalah Provinsi Gorontalo. Karena pihak otoritas pelabuhan baik di Wakai maupun di Gorontalo sangat ketat melakukan pemeriksaan baik dokumen maupun asal muasal barang yang dimuat di kapal very tersebut.
“Jangankan kayu, mobil saja yang naik ke kapal very diperiksa secara detail soal dokumennya,” ujarnya meluruskan informasi adanya dugaan pengiriman kayu tanpa dokumen tersebut.
Dia menegaskan, pihaknya tidak segan-segan menindak secara tegas, jika ada pihak-pihak dengan sengaja melanggar hukum terkait dengan pengelolaan kayu di wilayah hukum Polres Touna khususnya mengelola kayu tanpa memiliki dokumen yang sah dari pihak berwenang.
“Kalau ada informasi terkait dengan adanya dugaan pengelolaan kayu tanpa dokumen yang sah, kami minta masyarakat melaporkan hal tersebut kepada kami atau ke kepolisian terdekat, untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dia menambahkan, masalah illegal logging merupakan salah satu prioritas pihaknya dalam penegakan hukum, sehingga pihaknya tidak akan pandang bulu dalam bertindak. “Kami tidak segan-segan menindak pelaku illegal logging di wilayah kami karena hal itu menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum,” tegasnya. Karena itu pihaknya akan terus melakukan pengawasan soal pengangkutan kayu dari Wakai ke Gorontalo yang diangkut dengan kapal very.
Sebelumnya, diberitakan media ini edisi Seni 4 Januari 2016  pengiriman kayu dari Desa Wakai Kecamatan Una-Una ke Provinsi Gorontalo dengan menggunakan kapal very marak terjadi di wilayah ini. RHM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY