2015, Polres Touna Tangani 446 Kasus

0
161
Benni Baehaki Rustandi, S.IK. (Foto Sulapto)

TOUNA – Sepanjang tahun 2015,  Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Tojo Una Una (Touna) telah menangani sebanyak empat ratus empat puluh enam (446) kasus.

Kepala Kepolisian Polres Touna, AKBP Benni Baehaki Rustandi, S.IK, melalui paur humasnya, Bripka Ridwan, S.IP, menuturkan, bila dibandingkan dengan tahun 2014, kasus yang telah ditangani pihaknya terjadi angka kenaikan kasus.

“Tahun 2014, ada sebanyak empat ratus tiga puluh lima (435) kasus. Sementara tahun 2015, ada terjadi kasus sebanyak 446 kasus. Perbedaannya 11 kasus,” kata Bripka Ridwan, Rabu (6/1).

Dari ratusan kasus yang ditangani oleh jajaran Polres Touna tersebut, terang Ridwan, masih didominasi penganiayaan, narkoba, pencurian, curanmor, ada juga kasus pemerkosaan atau pencabulan.

“Ada juga terjadi kasus pencemaran nama baik serta kasus Konvensional lainya maupun yang dapat mengganggu Situasi Kamtibmas,” terangnya.

Bila dibandingkan antara tahun 2014 dan tahun 2015, ungkap Ridwan, terlihat kasus menonjol yang ditangani jajaran Polres Touna, adalah kasus penganiayaan, pencurian, narkoba, ilegal loging dan ilegal fising.

“Tahun 2014, kasus penganiayaan, 87 Kasus, 2015 naik menjadi 89 Kasus. Pencurian, 53 kasus, 2015 naik menjadi
75 Kasus. Narkoba 4 Kasus, 2015 naik menjadi 20 Kasus,” paparnya.

“Untuk kasus Korupsi, tahun 2014 hanya 1 Kasus, sementara tahun 2015 naik menjadi 2 kasus. Ilegal Logging 2014 ada 3 Kasus, 2015 naik menjadi 9 Kasus. Ilegal Fishing juga naik, bila tahun 2014 0 kasus, 2015
4 Kasus,” tambahnya.

Sementara  kasus yang menurun terjadi tahun 2015, urai Ridwan, adalah seperti kasus curanmor, yang sebelumnya 2014 terjadi 21 Kasus, tahun 2015 turun hanya terjadi 12 Kasus.

“Kasus pencabulan juga turun, 2014 terjadi 25 kasus, tahun 2015 hanya 22 Kasus. Kasus perjudian juga turun, 2014 terjadi 10 Kasus, tahun 2015 hanya 3 kasus. Begitu juga dengan kasus BBM Ilegal, 2014 ada 11 Kasus, 2015 ini hanya terjadi 6 kasus,” urainya.

Sedangkan untuk jumlah kejadian lakalintas selama 2015, ujar Ridwan, sama dengan tahun 2014, yaitu sebanyak 96 kejadian, namun tahun 2015 lebih banyak memakan korban jiwa.

“Walaupun angka laka lantasnya sama, tetapi korbannya lebih banyak tahun 2015. Korban meninggal 2014 sebanyak 15, sementara 2015 ada 25 korban, yang didominasi Kecelakaan Kendaran roda dua,” ujarnya.

“Dari korban luka saja beda, 2014 luka berat ada 16 Korban, sedangak 2015 naik menjadi 24 Korban. Luka ringan 2014 sebanyak 154 korban, 2015 naik menjadi 163 korban. Kerugian materialnya yang turun, 2014 sebanyak Rp. 316.150.000, 2015 hanya Rp. 177.470.000,” pungkasnya. (Ato).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY